Selasa, 13 Desember 2011

Salah

Salah
Salahkah?
Salah lagi
Salah selalu
Salah satu
Salahkah?
Salah-salahan
Salah terus
Salah?
Salah lagi, mengapa?
Salah ini
Salah itu
Salah selalu
Salah
Salahkah?
Salah-salahan
Salah

"Kapan benarnya?

Jumat, 09 Desember 2011

Sandal Impian Maling Sandal

Bisa jadi,
Sepasang mata menatap
Ke arah deretan sandal
Memilih mana yang disuka

Bisa jadi,
Selalu melakukan
Selalu begitu
Selalu sampai mati

Bisa jadi,
Rumahnya bergundukan sandal
Rumahnya sesak
Rumahnya tak nyaman

Mungkin botak
Mungkin pirang
Semuanya tak dapat diterka
Lenyap tanpa bekas

Mungkin licik
Mungkin juga serigala
Yang berbulu domba
Seenaknya

Bila bersua pada keinginan hati
Tinggal kau comot sana-sini
Malu pun sudah pergi
Malu itu hilang ditelan bumi

Bila bersua pada mata tajam itu
Kau lirik, yang menarik
Kau undang segala iblis di dunia
Merasukimu untuk hal seperti itu

Kau pun bangga
Kau pun dapat
Perdeo yang mendorongmu
Maksiat kau lakukan

Jalan pikiranmu itu
Rumit tak menentu
Tak punya akal
Tak punya hati

Sandal impian kau raih
Sandal impian untuk hari-harimu
Sandal impian untuk segala aktivitasmu
Sandal impian untuk teman tidurmu

Puaskanlah dirimu
Puaskanlah hatimu
Puaskanlah pikiranmu
Puaskanlah juga perutmu

Sampai kiamat pun
Maling tetap maling
Tak pernah mengaku
Salah, bersalah

Keikhlasan adalah segalanya
Keikhlasan bukan pura-pura
Jika mereka ikhlas sesungguhnya
Maka kau akan dapat yang kau mau
Jika mereka ikhlas pura-pura
Maka kau akan dapat bencana

Cerita Hari Ini

Jika hari ini
Hari kejujuran sedunia
Akan kukatakan
Cintaku padamu

Andai hari ini
Hari hobi sedunia
Akan kupersembahkan
Mahakaryaku padamu

Bila hari ini
Hari damai sedunia
Akan kutebas semua
masalah dan konflik
padak, padamu

Tapi hari ini
Hari yang biasa
Kita bisa bersama
Kita bisa bercanda

Haruskah kita menjauh?
Haruskah kita berpisah?
Haruskah selalu kita mengundang masalah?

Ku bangga bersamamu
Ku bangga mencintaimu
Ku berharap baik
Ku berharap tidak ada masalah

Ku akan menunggu
Di 13 Agustus
Di hari jadi
Di saat semua terasa
istimewa, bagiku,
bagimu…

Waktu

Waktu mengalir deras
Waktu berlari jauh
Waktu seolah memanggil
Waktu adalah hidup

Waktu memanggil cinta
Waktu menghadapkan aku padamu
Mukamu yang merah itu
Mukamu penuh rasa ragu

Kepercayaan itu mahal;
tak sebanding dengan harta benda
Mengantarkanku pada hari jadi
Tahun pertama
Penuh cinta, penuh saksi

Tapi apakah kau tega
dengan cinta kita
Karena satu kata tak berbukti?

Tegakah engkau?
Tegakah engkau?