Ke mana kicau burung pagi ini?
Yang tak terdengar
bila pandangan
penuh keburukan
Kicauan nan merdu,
menggetarkan hati
Pelipur jiwa sunyi
Ya, masih ada
Kicauan masih ada
Tergetar hatiku
Tersadar penuh khilaf
Ya, masih banyak
Kicauan masih banyak
Haru biru menggelegar
Bergolak dalam hati
Sampaikan kicau itu
Pada seseorang yang kurindu
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hati. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 Januari 2012
Selasa, 13 Desember 2011
Salah
Salah
Salahkah?
Salah lagi
Salah selalu
Salah satu
Salahkah?
Salah-salahan
Salah terus
Salah?
Salah lagi, mengapa?
Salah ini
Salah itu
Salah selalu
Salah
Salahkah?
Salah-salahan
Salah
"Kapan benarnya?
Salahkah?
Salah lagi
Salah selalu
Salah satu
Salahkah?
Salah-salahan
Salah terus
Salah?
Salah lagi, mengapa?
Salah ini
Salah itu
Salah selalu
Salah
Salahkah?
Salah-salahan
Salah
"Kapan benarnya?
Jumat, 09 Desember 2011
Sandal Impian Maling Sandal
Bisa jadi,
Sepasang mata menatap
Ke arah deretan sandal
Memilih mana yang disuka
Bisa jadi,
Selalu melakukan
Selalu begitu
Selalu sampai mati
Bisa jadi,
Rumahnya bergundukan sandal
Rumahnya sesak
Rumahnya tak nyaman
Mungkin botak
Mungkin pirang
Semuanya tak dapat diterka
Lenyap tanpa bekas
Mungkin licik
Mungkin juga serigala
Yang berbulu domba
Seenaknya
Bila bersua pada keinginan hati
Tinggal kau comot sana-sini
Malu pun sudah pergi
Malu itu hilang ditelan bumi
Bila bersua pada mata tajam itu
Kau lirik, yang menarik
Kau undang segala iblis di dunia
Merasukimu untuk hal seperti itu
Kau pun bangga
Kau pun dapat
Perdeo yang mendorongmu
Maksiat kau lakukan
Jalan pikiranmu itu
Rumit tak menentu
Tak punya akal
Tak punya hati
Sandal impian kau raih
Sandal impian untuk hari-harimu
Sandal impian untuk segala aktivitasmu
Sandal impian untuk teman tidurmu
Puaskanlah dirimu
Puaskanlah hatimu
Puaskanlah pikiranmu
Puaskanlah juga perutmu
Sampai kiamat pun
Maling tetap maling
Tak pernah mengaku
Salah, bersalah
Keikhlasan adalah segalanya
Keikhlasan bukan pura-pura
Jika mereka ikhlas sesungguhnya
Maka kau akan dapat yang kau mau
Jika mereka ikhlas pura-pura
Maka kau akan dapat bencana
Sepasang mata menatap
Ke arah deretan sandal
Memilih mana yang disuka
Bisa jadi,
Selalu melakukan
Selalu begitu
Selalu sampai mati
Bisa jadi,
Rumahnya bergundukan sandal
Rumahnya sesak
Rumahnya tak nyaman
Mungkin botak
Mungkin pirang
Semuanya tak dapat diterka
Lenyap tanpa bekas
Mungkin licik
Mungkin juga serigala
Yang berbulu domba
Seenaknya
Bila bersua pada keinginan hati
Tinggal kau comot sana-sini
Malu pun sudah pergi
Malu itu hilang ditelan bumi
Bila bersua pada mata tajam itu
Kau lirik, yang menarik
Kau undang segala iblis di dunia
Merasukimu untuk hal seperti itu
Kau pun bangga
Kau pun dapat
Perdeo yang mendorongmu
Maksiat kau lakukan
Jalan pikiranmu itu
Rumit tak menentu
Tak punya akal
Tak punya hati
Sandal impian kau raih
Sandal impian untuk hari-harimu
Sandal impian untuk segala aktivitasmu
Sandal impian untuk teman tidurmu
Puaskanlah dirimu
Puaskanlah hatimu
Puaskanlah pikiranmu
Puaskanlah juga perutmu
Sampai kiamat pun
Maling tetap maling
Tak pernah mengaku
Salah, bersalah
Keikhlasan adalah segalanya
Keikhlasan bukan pura-pura
Jika mereka ikhlas sesungguhnya
Maka kau akan dapat yang kau mau
Jika mereka ikhlas pura-pura
Maka kau akan dapat bencana
Cerita Hari Ini
Jika hari ini
Hari kejujuran sedunia
Akan kukatakan
Cintaku padamu
Andai hari ini
Hari hobi sedunia
Akan kupersembahkan
Mahakaryaku padamu
Bila hari ini
Hari damai sedunia
Akan kutebas semua
masalah dan konflik
padak, padamu
Tapi hari ini
Hari yang biasa
Kita bisa bersama
Kita bisa bercanda
Haruskah kita menjauh?
Haruskah kita berpisah?
Haruskah selalu kita mengundang masalah?
Ku bangga bersamamu
Ku bangga mencintaimu
Ku berharap baik
Ku berharap tidak ada masalah
Ku akan menunggu
Di 13 Agustus
Di hari jadi
Di saat semua terasa
istimewa, bagiku,
bagimu…
Hari kejujuran sedunia
Akan kukatakan
Cintaku padamu
Andai hari ini
Hari hobi sedunia
Akan kupersembahkan
Mahakaryaku padamu
Bila hari ini
Hari damai sedunia
Akan kutebas semua
masalah dan konflik
padak, padamu
Tapi hari ini
Hari yang biasa
Kita bisa bersama
Kita bisa bercanda
Haruskah kita menjauh?
Haruskah kita berpisah?
Haruskah selalu kita mengundang masalah?
Ku bangga bersamamu
Ku bangga mencintaimu
Ku berharap baik
Ku berharap tidak ada masalah
Ku akan menunggu
Di 13 Agustus
Di hari jadi
Di saat semua terasa
istimewa, bagiku,
bagimu…
Waktu
Waktu mengalir deras
Waktu berlari jauh
Waktu seolah memanggil
Waktu adalah hidup
Waktu memanggil cinta
Waktu menghadapkan aku padamu
Mukamu yang merah itu
Mukamu penuh rasa ragu
Kepercayaan itu mahal;
tak sebanding dengan harta benda
Mengantarkanku pada hari jadi
Tahun pertama
Penuh cinta, penuh saksi
Tapi apakah kau tega
dengan cinta kita
Karena satu kata tak berbukti?
Tegakah engkau?
Tegakah engkau?
Langganan:
Postingan (Atom)